------------------------------ ------------ ------------------------------------------
SELAMAT DATANG DI BLOG SISWA SUPER, SEMOGA BERMANFAAT, TERIMA KASIH

Friend

How can I spell....
Succes without You?
Or Fun?
Or Cute?
Or Future?
Or Trust?
Or Ikhwah?
What cam I do without yaou
It mean That how
Important you are in my life...
Read More- Friend

Hari Terakhirku

Kasih aku bukan segalanya untukmu
aku bukanlah mentari yang selalu menerangimu
Aku bukanlah bintang yang selalu menghiasi hidupmu
Juga bukan kupu-kupu yang selalu terlihat indah untukmu

Maafkan aku kasih
hadirku bukanlah untukmu
kasihku juga buknlah untukmu
kini hatiku sudah pergi darimu

inilah hari terakhirku untukmu
selamat tinggal, kasih
Read More- Hari Terakhirku

Kepastian Cinta

Cinta, sebuah persaan pasti dalam hati
Kerinduan jiwa dalam diri
Kesetian hati dalam hari
Kebanggaan tinggi dalam iringan

Selalu bersamamu di sedih dan senang
Tidak mengharapkan balasan dalam kekurangan
Sedih ketika berjauhan
Canda tawa dalam pertemuan

Selamanya dalam genggaman
Menuju hidup dalam tenang
Sesyahdu pagi dalam sunyi

Itulah kepastian cinta anak Adam
Read More- Kepastian Cinta

SAHABAT

Sahabat
Engkau adalah teman di kesepianku
Engkau adalah obat di kesedihanku
Sahabat
Kegembiraanmu adalah kegembiraanku
Kesedihanmu adalah kesedihanku
Namun
Kini mentari itu hilang
Langit biru menjadi kelam
Tidak seindah dulu
Engkau lupakan aku di kesepianku
Engkau sakiti aku di kedihanku
Oh....sahabat
Engkau tinggalkan aku seorang diri
sakit rasanya hati ini
ingin katakan
I HHATE YOU BECAUSE YOU LAEVE ME
Read More- SAHABAT

potret futsal kafila

Beberapa hari yang lalu, tim futsal kafila mengikuti tournament dengan skor 5:3. Takdir menghendaki lain ternyata tim kafila tidak bisa melanjutkan untuk membuka lembaran baru mencari pengalaman lawan yang tangguh. Namun bagi tim futsal kafila ini adalah sebuah pengalaman baru yang dirasakanya. Dan kami ber’azzam untuk kedepannya akan menunjukan yang terbaik. Sebagaimana pepatah mengatakan atu mungkin bisa di katakan kata motivasi pembangkit semangat. “ kegagalan adalah awal keberhasilan”. Bukan berarti kafila futsal akan gagal terus tetapi ini adalah awal kafila futsal untuk merangkai strategi baru yang jitu.walaupun dalam hati tim kafila futsal ada sedikit rasa penyesalan tapi penyesalan itulah yang akan merubah ke gagalan.
“the real winner in the future” . itu lah motto tim kafila futsal untuk meraih keberhasilan di masa yang akan datang.perubahan sturuktur pemain, pelatih dan lainnya mulai kami atur kembali dengan serius. Ini adalah langkah awal menuju kesuksesan.walaupun kami hanya berlatih sekali dalam seminggu tapi itulah usaha maksimal yang kami lakukan.karena kami yakin di setiap tetes keringat kami memberikan sebuah yang berarti untuk menang.berlatih…berlatih…dan terus berlatih.semangat 45 bukan sandaran kami tapi semangat badarlah yang menjadi pacuan untuk menuju kesuksesan.
Semangat terus tim kafila futsal jangan hiraukan kata-kata yang membuatmu jatuh tapi lihatlah kedepan peluangmu untuk menang terbuka lebar, luas. Kamu pasti bisa. Yakin..dan yakin. Karena ke yakinanan akan menumbukan keberanian untuk menang. ALLAHU AKBAR.
Read More- potret futsal kafila

holiday memories

"liburan sebentar lagi, liburan duapuluh hari lamanya......."simponi indah lagu liburan terus terngiang-ngiang di telingaku.kini tinggal menunggu menit liburan akan tiba.kesibukan-kesibukan yang aku jalani membuat semikin tidak terasa waktu berjalan begitu cepat.akhirnya.......
khutbatul wada'a suadah di penghujung acara.suasana semakin ramai walupun tidak semuanya langsung meninggalkan ma'had tercinta malam itu.tapi bagiku ini adalah sebuah moment yang tidak pernah akan aku lupakan.
keesokan harinya.kini thalabul ilmi.....
bersambung
Read More- holiday memories

Demi Masa

Dalam surah Al-ashr, Allah SWT bersumpah dengan masa. Tentu kita akan bertanya, kenapa Allah bersumpah dengan masa?. Kenapa Allah bersumpah dengan makhluknya? Sementara kita makhluk-Nya tidak boleh bersumpah dengan selain Allah, karena Dia yang menciptakan seluruh makhluk di alam ini. Kita bersumpah dengan menyebut khaliq (yang menciptakan) para makhluk. Tetapi Allah bersumpah dengan masa, sesuatu yang kebih rendah dari Dzat Allah itu sendiri. Tak lain sebabnya adalah karena masa/waktu itu penting.

Setiap kali Allah bersumpah dengan sesuatu, maka berarti Allah menyuruh kita untuk memperhatikannya. Allah bukan hanya bersumpah atas masa, tetapi juga atas matahari, bulan, siang, malam dan sebagainya. Semuanya itu bertujuan supaya kita memperhatikan benda-benda dan makhluk-makhluk tersebut dalam rangka menambah keimanan kita kepada Allah SWT.

Allah bersumpah dengan masa, karena masa itu adalah sesuatu yang sangat penting. Dimana letak pentingnya masa? Karena masa itu terus berjalan. Masa tidak pernah berhenti, walaupun sesaat. Masa terus berputar dengan cepat. Masa tidak dapat kita kejar. Jangankan masa 5 atau 10 tahun yang lalu, sedetikpun waktu yang baru lewat tidak dapat kita kejar. Karena itu, kita harus bisa mempergunakan masa dengan sebaik-baiknya. Kalau tidak, kita akan menjadi orang yang merugi.

Pepatah Arab mengatakan, “Waktu itu laksana pedang, jika tidak kamu yang memotongnya, maka dia akan memenggalmu”. Dalam menyikapi waktu hanya ada dua pilihan. Mau menjadi orang yang dipenggal oleh waktu (merugi), atau sebaliknya menjadi yang memotong (mengambil keuntungan) dari perjalan waktu.

Dalam ayat selanjutnya dari surat Al-Ashr, Allah SWT menegaskan bahwa semua manusia pada hakekatnya merugi (la fii khusriri). Yang tidak merugi hanya orang-orang yang melakukan empat hal.

1. Aamanuu, yang beriman (beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kkab, rasul-rasul, hari akhir, dan takdir dan ketentuanAllah).
2. Wa ‘amilushshaalihaati, yang beramal shaleh baik sifatnya vertikal maupun horizontal, baik amal-amal mahdhah (ritual) maupunamal-amal sosial.
3. Wa tawaashau bil haqqi, saling menasehati kepada kebenaran dengan cara yang benar.
4. Wa tawashau bishshabri, saling memberi nasehat untuk bersikap sabar dengan cara sabar.

Merugi di sini janganlah diartikan seperti meruginya pedagang. Rugi yang dimaksud mencakup arti yang sangat luas, kerugian di dunia dan kerugian di akhirat. Di dunia, hidupnya tidak pernah tentram, walaupun segala keperluannya terpenuhi, dan di akhirat akan menerima azab yang maha dahsyat.

Orang yang beriman tidak akan merugi, sebab ia mempunyai tali untuk bergantung, rumah tempat berteduh, dan tempat untuk berlindung, yaitu Allah SWT. Orang yang tidak beriman kepada Allah, sama dengan orang yang tidak mempunyai tempat untuk berlindung. Ibarat orang yang berada di tengah lautan tanpa bantuan pelampung. Akibatnya ia akan terombang-ambing didera ombak gelimbang kehidupan dunia. Kadang-kadang dengan sedikit musibah yang menimpanya, dia sudah putus asa. Sedikit saja bahaya yang mengenai dirinya, dia mau bunuh diri.

Namun, iman saja belum cukup. Iman harus diikuti dengan amal sholeh. Iman letaknya di dalam hati, harus dizhahirkan (ditampakkan) dengan amal shaleh. Orang yang mengaku beriman, tetapi amal/ tingkah lakunya tidak shaleh, maka belum termasuk orang yang beriman dalam konteks surat Al- Ashr.

Selanjutnya, merekayang beriman dan beramal shaleh, haruslah saling memberi nasehat, wasiat kepada kebenaran (haq) dengan cara yang benar (ma ‘ruf), dan saling memberi nasehat, wasiat untuk senantiasa menjadi orang yang sabar dan dengan cara-cara yang sabar pula, tidak gegabah dan emosional.

Kata “saling” dalam terjemahan ayat mengindikasikan, bahwa memberi nasehat atau wasiat adalah kewajiban setiap orang yang beriman yang ingin beramal sholeh, tidak harus dimonopoli oleh orang-orang tertentu, sehingga orang-orang selain mereka tidak berhak menyampaikan nasehat. Semua manusia makhluk Allah SWT, sangat berpotensi berbuat khilaf, siapa pun dia. Nah, mereka yang mau terbuka menerima masukan orang lain, akan terbebas dari belenggu kerugian, karena masukan tersebut telah membuat dirinya tidak berlarut-larut dalam kekeliruan yang tidak diketahuinya sebelumnya.
Read More- Demi Masa

NASIHAT


:)Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu.

:)Ikhlaslah menjadi diri sendiri agar hidup penuh dengan ketenangan dan keamanan. Hidup tanpa pegangan ibarat buih-buih sabun. Bila-bila masa ia akan pecah.

:)Kegagalan dalam kemuliaan lebih baik daripada kejayaan dalam kehinaan. Memberi sedikit dengan ikhlas pula lebih mulia dari memberi dengan banyak tapi diiringi dengan riak.

:)Tidak ada insan suci yang tidak mempunyai masa lampau dan tidak ada insan yang berdosa yang tidak mempunyai masa depan.

:)Kata-kata yang lembut dapat melembutkan hati yang lebih keras dari batu.Tetapi kata-kata yang kasar dapat mengasarkan hati yang lunak seperti sutera.

:)Lidah yang panjangnya tiga inci boleh membunuh manusia yang tingginya enam kaki.

:)Agama tidak pernah mengecewakan manusia. Tetapi manusia yang selalu mengecewakan agama.

:)Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya.

:)Keikhlasan itu umpama seekor semut hitam di atas batu yang hitam di malam yang amat kelam. Ianya wujud tapi amat sukar dilihat.

:)Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan. Ketabahan memerlukan keyakinan.
Read More- NASIHAT

BIOGRAFI AL-HAFIZH IBNU HAJAR AL-ASQALANI


Nashab
Beliau bernama Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Ahmad bin Hajar Al-Kannani Al-Qabilah yang berasal dari Al-Asqalan.

Riwayat Hidup
Beliau lahir, besar dan meninggal di Mesir. Bermadzhab syafi’i. Beliau menjadi ketua para qadhi, seorang syaikhul islam, seorang hafizh secara mutlak, amirul mukminin dalam bidang hadist dan dijuluki syihabuddin dengan nama pangilan (kuniyahnya) adalah Abu Al-Fadhl.

Kelahirannya

Beliau dilahirkan tanggal 22 Sya’ban tahun 773 Hijriyah dipinggiran sungai Nil di Mesir. Tempat tersebut dekat dengan Dar An-Nuhas dekat masjid Al- Jadid.

Sifat beliau

Ibnu hajar adalah seorang yang mempunyai tinggi badan sedang berkulit putih, mukanya bercahaya, bentuk tubuhnya indah, berseri-seri mukanya, lebat jenggotnya, dan berwarna putih serta pendek kumisnya. Dia adalah seorang yang pendengaran dan penglihatan sehat, kuat dan utuh giginya, kecil mulutnya, kuat tubuhnya, bercita-cita tinggi,kurus badannya, fasih lisannya, lirih suaranya, sangat cerdas, pandai, pintar bersyair dan menjadi pemimpin dimasanya.

Pertumbuhan dan belajarny


Ibnu hajar tumbuh dan besar sebagai anak yatim, ayah beliau meninggal ketika ia berumur 4 tahun dan ibunya meninggal ketika ia masih balita. Ibnu hajar menjadi seorang yang sangat iffah (menjaga diri dari dosa), sangat berhati-hati dan mandiri dibawah asuhan Az-Zaki Al-Kharubi(kakak tertua ibnu hajar) sampai sang pengasuh meninggal. Namun hidup ibnu hajar sengsara dalam pengasuhannya dan kurang perhatian dalam mengurus pendidikannya. Ibnu hajar menyertai Az-Zaki ketika ia tinggal di mekkah hingga akhirnya ia memasukkan ibnu hajar ke Al- Maktab(sekolah untuk belajar dan menghafal al-Qur’an ) ketika dia berumur lima tahun.

Salah seorang gurunya disitu ialah Syamsuddin bin Al-Alaf yang saat itu menjadi gubernur Mesir dan juga Syamsuddin Al-Athrusy. Akan tetapi, ibnu hajar belum berhasil menghafal al-Qur’an sampai beliau diajar oleh seorang ahli fakih dan pengajar sejati yaitu Shadrudin Muhammad bin Muhammad bin Abdurrazaq As-Safthi Al Muqri’. Kepada beliau ini lah akhirnya ibnu hajar dapat mengkhatamkan hafalan Al-Qur’annya ketika berumur sembilan tahun. Ketika Ibnu Hajar berumur dua belas tahun ia ditunjuk sebagai imam shalat tarawih di Masjidil Haram pada tahun 785H. Ketika sang pengasuh berhaji pada tahun 784H, Ibnu Hajar menyertainya sampai tahun 786H Ibnu Hajar menyertai Al-Kharubi sampai di Mesir. Di Mesir Ibnu Hajar benar-benar berusaha sungguh-sungguh. Dia menghafal beberapa kitab.

Saat ketidakpuasan dengan apa yang didapatkan akhirnya Ibnu Hajar bertemu dengan Al- Hafizh Al-Iraqi yaitu seorang syaikh besar yang terkenal sebagai ahli fikih, orang yang paling tahu tentang mahzab Syafi’i. Disamping itu ia seorang yang sempurna dalam penguasaan tafsir, hadist dan bahasa Arab. Ibnu Hajar menyertai san guru selama sepuluh tahun. Dan dalam sepuluh tahun ini Ibnu Hajar menyelinginya dengan perjalanan ke Syam dan yang lainnya. Ditangan syaikh inilah Ibnu Hajar berkembang menjadi seorang ulama sejati dan menjadi orang pertama yang diberi izin Al-Iraqi untuk mengajarkan hadits. Sang guru memberikan gelar Ibnu Hajar dengan Al- Hafizh dan sangat dimuliakannya. Adapun setelah sang guru meninggal dia belajar dengan guru kedua yaitu Nuruddin Al-Haitsami adapun guru lain yaitu Imam Muhibbuddin Muhammad bin Yahya bin Al- Wahdawaih melihat keseriusan Ibnu Hajar dalam mempelajari hadits, ia memberi saran untuk perlu juga mempelajari fikih karena orang akan membutuhkan ilmu itu dan menurut prediksi nya ulama didaerah tersebut akan habis sehingga Ibnu Hajar amat diperlukan.
Ibnu Hajar jatuh sakit dirumahnya setelah ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai qadhi pada tanggal 25 Jamadal Akhir tahun 852 H. Dia adalah seorang yang selalu sibuk dengan mengarang dan mendatangi majelis-majelis taklim hingga pertama kali penyakit itu menjangkit yaitu pada bulan Dzulqa’dah tahun 852 H. Ketika ia sakit yang membawanya meninggal, ia berkata, “Ya Allah, bolehlah engkau tidak memberikanku kesehatan, tetapi janganlah engkau tidak memberikanku pengampunan.” Pada malam sabtu malam tanggal 28 Dzulhijjah berselang dua jam setelah shalat isya’, orang-orang dan para sahabatnya berkerumun didekatnya untuk membacakan surat Yasin. Ketika sampai ayat,(Yasin :58) Keluarlah ruhnya dari jasadnya. Hari itu adalah hari musibah yang sangat besar.Orang-orang menangisi kepergiannya sampai-sampai orang non muslim pun ikut meratapi kematian beliau. Pada hari itu pasar-pasar ditutup demi menyertai kepergiannya. Para pelayat yang datang pun sampai-sampai tidak dapat dihitung, semua para pembesar saat itu datang melayat.

Sanjungan Para Ulama Terhadapnya

Al-Hafizh As-Sakhawi berkata, “Adapun pujian para ulama terhadapnya, ketahuilah pujian mereka tidak dapat dihitung. Mereka memberikan pujian yang tak terkira jumlahnya, namun saya berusaha untuk menyebutkan sebagiannya sesuai dengan kemampuan.”

Al-Iraqi berkata “Ia adalah syaikh, yang alim, yang sempurna, yang mulia, yang seorang muhhadits (ahli hadist), yang banyak memberikan manfaat, yang agung, seorang Al-Hafizh, yang sangat bertakwa, yang dhabit (dapat dipercaya perkataannya), yang tsiqah, yang amanah, Syihabudin Ahmad Abdul Fadhl bin Asy-Syaikh, Al-Imam, Al-Alim, Al-Auhad, Al-Marhum Nurudin, yang kumpul kepadanya para perawi dan syaikh-syaikh, yang pandai dalam nasikh dan mansukh, yang menguasai Al-Muwafaqat dan Al-Abdal, yang dapat membedakan antara rawi-rawi yang tsiqah dan dhoif, yang banyak menemui para ahli hadits,dan yang banyak ilmunya dalam waktu yang relatif pendek. ” Dan masih banyak lagi Ulama yang memuji dia, dengan kepandaian Ibnu Hajar.

Diambil dari:
Judul:60 Biografi Ulama Salaf
Karya:Syaikh Ahmad Farid
Penerbit:Pustaka Al-Kautsar
Read More- BIOGRAFI AL-HAFIZH IBNU HAJAR AL-ASQALANI

Ilmu Dalam Menjawab

Orang yang ditanya tentang suatu ilmu tapi ia menyembunyikan (jawaban) nya, maka Allah akan mencambuknya pada hari kiamat dengan cambuk dari api :. (Shahih, HR. Ahmad).


Pertanyaan tentang Islam tidak lepas dari 4 hal; hukum, dalilnya, kandungan hukum dalam dalil dan bantahan untuk orang yang menyelisihinya. Seorang yang telah menapakkan kaki dalam ilmu syar'i sudah selayaknya belajar bagaimana para salaf memberikan jawaban yang benar dan bijak untuk masyarakat.

Hanya ada 3 kemungkinan, ia mengetahui jawaban pertanyaan itu, mengetahui beberapa pendapat seputar masalah itu tapi belum yakin mana yang benar, atau tidak tahu sama sekali.

Jika ia tidak mengetahuinya, maka tidak boleh baginya untuk menjawab tanpa landasan ilmu. Bukan pahala yang ia dapat namun sebaliknya. Jika ia belum yakin mana yang benar, diperkenankan baginya untuk menyampaikan pendapat-pendapat itu kepada si penanya.

Dan jika ia mengetahuinya, maka ia tidak diperkenankan untuk menyembunyikan jawabannya, dengan catatan telah tiba waktu untuk melaksanakannya dan tidak menimbulkan fitnah/keburukan dalam agama. Kaidah fiqih menyebutkan: 'Mengakhirkan penjelasan pada saat dibutuhkan adalah terlarang'. Di sinlah hadits di atas diterapkan.

Adapun jika pertanyaan itu belum terjadi, maka tidak wajib baginya untuk memberikan jawaban, terutama apabila tidak ada dalil yang spesifik dan mengharuskan jawaban dengan ro'y atau ijtihad. Hal ini karena fatwa dengan dasar ijtihad adalah darurat, ibarat dibolehkannya bangkai dalam kondisi terjepit.

Demikian Ibnu Qayyim mengajari kita dalam I'lamul Muwaqqi'in-nya. Semoga Allah senantiasa menuntun kita pada kebenaran.
http://madrasah-daris.blogspot.com/
Read More- Ilmu Dalam Menjawab

peresmian kafila sport center

Talaal badru alaina insani yaadil wadaa. Gemuruh lantunan hadrah dari tim nasyid kampung tengah menyambut bapak wali kota Jakarta timur. Seusai acara penyambutan pembawa acara memulai membawakan acara kembali. “ ya, peresmian gedung kafila sport center ini semakin meriah karena kita kedatangan bapak wali kota” pekikan suara pembawa acara menggebu-gebu. Teriakan para tamu undangan menggelegar membangkitkan semangat . Aku dan kawan-kawanku terharu senang melihat peresmian yang di hadiri banyak artis popular. ini adalah yang pertama bagiku.lantunan nasyid kembali menyambar telinga para tamu. kali ini berbeda, nasyid ini lebih unik dari sebelumya,. Aku dengarkan lebih jeli dan ternyata nasyid ini terlihat unik di barengi akapela.
“oya, kamu tahu siapa vokalisnya?” Tanya temanku padaku
“aku ga tahu! Tapi nasyidnya unik sekali, ya?” jawabku dengan nada ta’jub
“iyalah, aku kan vokalisnya”
“Yee…kalau kamu vokalisnya. Siapa yang mau dengerin? Ntar pada bubar semua dong!”
“oke, acara selanjutnya adalah pembacaan ayat suci Al-Quran yang akan di bawakan oleh ananda tezar dan luqman surat Al-imran ayat 102 sampai dengan 108. Agar acara ini lebih barakah kami persilahkan” suara pembawa acara membubarkan canda kami.kebisingan sirna di lenyap keindahan pagi hari. suara suci lantunan ayat Al-quran menambah kesunyian di hati para pendengar. Suara yang mendayu-dayu indah dari mulut mungil salah satu adik kelasku terasa sekali dihatiku. dilanjutkan dengan sari tilawah akhirnya pembacaan ayat al-Quranpun selesai.pembawa acara kembali
Read More- peresmian kafila sport center

YUK,Jadi Penulis

Created By: Nadif el-Falah
Sekarang yang namanya menulis bagaikan ikan dan air. Ikan tidak akan hidup jika tidak ada air. Mulai dari menulis cerpen, novel, cerbung, puisi dll.
Sob tertarik untuk menjadi penulis? Kenapa tidak? Karena banyak banget manfaatnya jika sob ikutan. Misalnya bisa memberikan pencerahan kepada pembaca, bisa memeberikan motivasi, bahakan bisa lho tambah pemasukan uang!
Tapi sebelum sob menjadi penulis, sob siapin dulu deh hal-hal berikut ini:
1.Teori dalam pelajaran bahasa tetap penting
Bagaimanapun pelajaran bahasa Indonesia di sekolah, di kampus itu penting untuk membantu kita menjadi penulis. Biasakanlah menggunakan bahasa yang baik dan benar dan jangan salah dalam menempatkan tanda (titik, koma, tanda petik dst). Maka minatilah pelajaran bahasa sehingga sob benar-benar menguasainya.
2.Segera catat inspirasi yang terlintas
Terkadang inspirasi datang di waktu-waktu yang tidak terduga. Maka saya sarankan untuk membawa buku kecil kemanapun sob pergi atau ponsel untuk menulis inspirasi. Kalau sob tidak mencatatnya bisa jadi sob akan lupa. Usahakan juga kalu sob mendengar sesuatu (kosa kata menarik, katamutiara, kalimat indah dst) dari orang lain segera catat sebab itu akan menambah perbendaharaan kata sob di dalam menulis.
3.Pelajari karakter teman di sekitar sob
Mislanya begini, dalam cerpen kita ada tokoh antagonis, cerewet dan suka anaill. Carilah di antara teman pergaulan sob yang memiliki sikap demikian dan perhatikan bagaimana gaya bicarnya. Sehingga ketika ingin menggambarkan kepada pembaca bagaimana sih sosok tokoh jahat itu. maka sob akan di mudahkan oleh teman yang tidak baik sebagai referensi. Hal ini akan membantu mendiskripsikan karakter orang . sebab, dalam sebuah cerita pasti akan mengulas sifat. Ada yang baik, jahat, nakal, penggombal dan seterusnya. Karakter seperti itu ada di sekeliling sob, tinggal comot aja mereka sebagai tokoh dalam cerita.
4.Latihan menulis dialog
Kalimat dialog itu juga harus disesuaikan dengan karakter usia dan topik pembicaraan si tokoh kalau tokohnya seorang dosen matematika yang sedang mengajar tidak mungkin sob memakai bahasa gaul. Kalau tokohnya seorang galak kemungkinan bahasanya ketus dan kasar. Selain itu perhatikan juga variasi keterangan dialog!
Misalnya, pemuda itu mendekati sang kakek. “kek denger-denger jam tangan kesayangan kakek hilang di tengah gundukan kayu?” Tannya pemuda itu sopan.
“iya nak, memang benar”, jawabnya dengan nada lemas.
Kita harus bisa menggangu pembaca dengan berbagai variasi yang seolah-olah aneh padahal pesan kita biasa-biasa saja.
5.Hal-hal lain yang perlu di perhatikan
oPandai mendramatisir cerita
oMemasukan usnsur-unsur yang baru yang lain dari yang lain
oBanyak menguasai kosa kata
oBanyak-banyak baca buku.

So, selamat ya menjadi penulis
You can do it!!!!
Read More- YUK,Jadi Penulis

RINDUKU TAK PERNAH BERAKHIR

Created By: Nadif el-Falah

Di sore hari yang terasa teduh, tibalah aku di pesantren baruku bersama dua sahabatku. Dari daerah nan jauh kami merantau demi mencari ilmu di sebuah tempat yang berada di tengah-tengah keramaian kota Metropolitan. Di kelilingi pepohonan rimbun yang indah khas Jakarta aku memulai hidup baruku. Di temani salah seorang ustadz, Ust.Dani namanya, aku bersama dua sahabatku diperlihatkan tempat tidur dan tempat menyimpan baju-baju kami. Beliau adalah ustadz yang pertama kali kukenal.
“Ini tempat tidurnya dan ini lemarinya untuk menyimpan baju.” Dengan lihai tangannya terbang-terbang menjelaskan kepadaku dan dua sahabatku.
“Oh iya, kalian tinggal bersama sembilan orang lainnya. Mereka masih dalam perjalanan. Mungkin besok pagi mereka baru bisa bergabung dengan kalian.” Ujarnya dengan nada akrab, sambil berjalan meninggalkanku dan dua sahabatku.
”Ah, alhamdulillah. Cita-citaku mencari ilmu di Jakarta akhirnya menjadi kenyataan.” Bisik hatiku senang.
Aku dan dua sahabatku mulai menata baju di lemari plastik bertingkat empat yang berwarna hitam. Selesai menata baju aku rebahkan badanku di atas kasur spring bed yang di balut dengan sprei warna merah bergambarkan bendera AC Milan. Mataku sayup mulai meredup. Pikiranku jauh melayang entah kemana. Rasa capek membuatku tidur terlelap. Aku terbangun oleh pekikan TOA masjid di pesantrenku. Serentak aku dan sahabatku langsung mengambil air wudhu, lalu mengganti baju dengan koko kesayanganku warna abu-abu berhiaskan motif khas Tasikmalaya yang di berikan oleh ibuku saat aku berangkat merantau ke Jakarta.
“Ah… Jadi terbayang wajah ibuku saat memberikan baju ini kepadaku. Rasanya ibuku benar-benar ada di depanku.”
“Hei !”. Sahabatku menepuk bahuku.
“Ayo cepat kemasjid ! Nanti terlambat !” Tegurnya mengingatkanku.
Aku dan sahabatku bergegas menuju masjid.
“Allahu Akbar.” Suara imam memulai rakaat pertamanya dengan takbir.
“Alhamdulillah, aku tidak terlambat.” Sambil berjalan menuju shaf sebelah kanan yang masih kosong.
Suara imam mendayu-dayu indah menghasilkan irama luar biasa menghembus-hembus telingaku. Mataku mulai meneteskan airnya. Semakin terbayang akan hari itu. Begitu dahsyatnya hari itu, yaitu hari kiamat yang pasti akan terjadi entah kapan waktunya. Hanya Dialah yang maha mengetahui sehingga shalatku semakin khusyu’, tak terasa ucapan salam yang keluar dari mulut imam mengakhiri shalatku. Sambil mengusap air mataku aku geserkan sedikit badanku ke belakang lalu aku menengadahkan dua tanganku memohon ampunan kepadaNya. Mataku mulai mengeluarkan airnya lagi yang semakin menjadi-jadi. Tak tahan membayangkan kejadian dalam surat yang dibacakan imam tadi.
“Al Qoriah, Hari kiamat.” Aku semakin menjerit dalam hatiku memohon kepadanya.
“Ya Allah, ampunilah dosa hambaku dan kedua orang tuaku.” Aku angkat kedua tanganku semakin tinggi mendekati wajahku lalu aku mengusap wajahku dengan kedua tanganku.
Selepas shalat maghrib aku dan kedua sahabatku diperkenalkan dengan sahabat-sahabatku yang lebih dulu datang ke pesantren ini.
“Namaku Hasdin.” Sapanya malu.
“Namaku Farhan. Kamu berasal dari mana?” Balasku.
“Aku asli NTT. Kalau kau?” tanyanya dengan logat NTTnya.
“Aku asli tasikmalaya.” Jawabku.
“Hey ! Hey ! Hey !” Teriak Ustadz Dani sambil melambai-lambaikan tangannya memanggil sahabat-sahabatku yang lainnya.
Sepuluh anak adam berjalan menuju asal suara tadi. Mereka semakin dekat dan dekat. Semakin jelas aku melihat mereka. Tepat di depanku dan dua sahabatku mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing. Aku dan kedua sahabatku membalas senang. Merekalah sahabat-sahabatku yang pertama kali menginjakkan kakinya di pesantren baruku ini. Mereka berasal dari daerah yang beragam.Mereka adalah adik kelasku karena mereka masih di tingkat SD meskipun mereka berbadan lebih besar. Sedangkan aku beserta sahabat-sahabatku adalah generasi pertama SMP. Pesantrenku membuka pendidikan gratis tingkat SD sampai SMA.
Pekikan TOA masjid pesantrenku membuat perkenalanku dengan sahabat baruku berakhir. Aku dan dua sahabatku menempati shaf pertama untuk bersiap-siap shalat Isya. Sepuluh menit berlalu. Kewajibanku sebagai seorang muslim sudah kulaksanakan. Kegiatan selanjutnya makan malam.
“Alhamdulillah menu makan pertamaku di pesantren lumayan enak.” Gumamku dalam hati.
Selesai makan aku dan kedua sahabatku ngobrol panjang hilir-mudik sampai jauh malam bersama sahabat baruku. Awalnya posisi kami duduk. Lama-lama melorot sampai akhirnya kami tertidur lelap. Pekikan TOA membangunkanku dari tidurku. Seperti biasa aku mengambil air wudhu lalu shalat subuh. Seusai shalat aku merasakan sesuatu yang berbeda. Aku mengucek-ngucek mataku lalu kulihat lagi lebih jeli lagi aku melihatnya. Ternyata kawan sekelas baruku sudah datang. Mereka tersenyum kepadaku. Aku balas dengan senyum manisku.
Matahari mulai memamerkan cahayanya. Awan-awan putih mulai memperlihatkan keindahannya . Tepat pukul delapan masa orientasi kamipun di mulai. Seminggu masa orientasi aku lalui dengan senang. Keesokan harinya aku dan sahabat-sahabatku mulai belajar serius. Di kelas yang baru. Di kehidupanku yang baru aku memiliki sahabat baru. Sahabat yang sangat pernuh pengertian. Namanya Faiz. Di kemudian hari aku merasa kurang motivasi nilai pelajaranku turun. Dia datang kepadaku memberikan motivasi.
“Eh….kamu kenapa kelihatannya sedih sekali.” Tanyanya kepadaku.
“Iya nih…aku lagi sedih.” Kesahku.
“Kenapa?”
“Nilai pelajaranku anjlok.”
“Kamu sabar aja, berusahalah sekuat tenaga! Belajar yang rajin, jangan pernah putus asa !”
“Tapi, aku sudah belajar sekuat tenaga, tapi hasilnya tetap aja nihil.”
“Tapi kamu belajarnya sudah istiqamah belum ?”
“Ya…..belum sih”
“Nah, itu kelemahan kamu. Belajar harus terus-menerus, jangan hanya satu kali !” Tegurnya kepadaku.
Hatiku terasa sejuk. Perasaan dukaku terkikis sedikit demi sedikit. Begitu ikhlasnya dia memberikan motivasi kepadaku sehingga aku bisa merasakan keikhlasannya. Aku menulis namanya di hatiku sejak awal dan takkan pernah terhapus sebagai sahabat seimanku. Persahabatanku dengannya semakin erat seiring berjalannya hari. Dia selalu ada saatku sulit, aku pun selalu ada saat dia sulit. Begitu besar dia menaruh perhatian kepadaku. Rasanya aku belum bisa membalas kebaikannya.
Jalan persahabatanku dengannya terasa mulus-mulus saja, meluncur nyaris tanpa aral- melintang. Sekarang aku mulai tumbuh semakin dewasa. Umurku mulai bertambah . Masa-masa indahku dulu masih terbayang.
Sekarang aku sudah kelas tiga smp semester dua. Aku harus mempersiapkan energi yang super. Ujian nasional sudah menunggu di depanku, tinggal beberapa minggu aku akan menghadapinya. Aku dan sahabat baikku belajar sungguh-sungguh. Sahabatku selalu mengajari pelajaran yang belum aku pahami. Aku semakin semangat berapi-api. Setiap hari aku dan kawanku belajar bersama saling bertukar pikiran. Tak terasa ujian nasional tinggal beberapa menit lagi aku akan menghadapinya. Perasaanku tidak enak. Rasa pesimis tiba-tiba muncul di benakku.
“iz, perasaanku tidak enak. Jadi pesimis.” Gelisahku.
“Eh..eh..eh. Tidak boleh pesimis kan? Kamu harus positive thinking. Agar yang Maha Kuasa memberikan kemudahan.”
“Tapi ini beda dengan perasaan biasanya?”
“Kamukan sudah berusaha sekuat tenaga. Sekarang kamu tawakal saja kepada yang Maha Kuasa. Jangan lupa banyak berdoa !” tegasnya.
“Teet….teet…teet” bel berbunyi. Waktu ujian di mulai. Dengan perasaan ragu aku menjawab soal ujianku. Empat hari saat-saat tegang sudah aku lalui.Akhirnya hasil ujian pun diumumkan. Alhamdulillah hasil ujianku memuaskan. Aku dan sahabat-sahabatku semuanya lulus seratus persen.
“Ah, rasanya lega.” Bisikku dalam hati.
Selanjutnya tinggal menunggu pembagian rapot saja. Ujian nasional sudah, ujian akhir semester juga sudah. Akhirnya yang dinanti nanti pun tiba. Aku melihat nilai-nilaiku di rapot cukup memuaskan. Tiba-tiba perasaan senangku berhenti. Seseorang mendekatiku. Kupejamkan mataku, kutarik napas dalam-dalam……
“Aku.....” Dia berbisik pelan di dekat telingaku. “ Tidak bisa bersamamu lagi.”
“Hah ? Bercanda kali kamu ?” Aku terkaget.
“Serius, Han.” Dia mulai meneteskan air matanya.
“Aku tidak disini lagi.”
Jantungku seakan berhenti berdetak. Lalu aku bertanya lagi meyakinkan.
“Apa masalahnya?”
“Ini permasalahan keluarga. Ibuku meninggal. Aku harus tinggal di rumah menggantikan ibuku menjaga adik-adikku.”
Air mataku ikut menetes.
“Sekarang aku pamit meninggalkanmu. Semoga persahabatan kita tetap satu. Walau pun jauh dimata tapi tetap dekat di hati.”
Sambil berjalan meninggalkanku. Semakin jauh dan jauh. Aku melambai-lambaikan tanganku dengan tetesan air mataku. Senang- sulit, manis-pahit aku rasakan semuanya bersamanya. Kini dia telah pergi. Air mataku menjadi saksi persahabatanku dengannya. Selamat jalan sahabat. Rinduku tak pernah berakhir.
Read More- RINDUKU TAK PERNAH BERAKHIR

d'Xerxes

assalamualaikum sob setia blog ini semoga dengan yang satu ini sob bisa semakin istiqamah membaca hasil karyaku....sob tahu ga kenapa aku beri judul d'xerxes?
terus aku postingkan gambar yang bertemakan sekolah saolin, dan gambarnya botak-botak, ini adalah sebuah pengalaman kami yang mengesankan. sebelum sob tahu tentang pengalaman aku dan teman-temanku, aku akan perkenalakan dulu apa sih d'xerxes itu?
d'xerxes adalah nama kedua kelas kami setelah Vgen. d'xerxes sendiri memiliki arti yaitu raja. karena kami dididik harus menjadi pemimpin yang sehandal seorang raja. ini dia aku perkenalkan member d'xerxes. yang ini namanya Akhsani Taqwim
Read More- d'Xerxes

TENTANG AKU



Jafar Sidik Namaku. Nama hijrahku Nadif el-Falah dan Viant Fauzan. Kamu boleh manggil aku yang mana aja. Aku lahir di atas kasur hari jumát,28,Januari,1994. Pastilah......masas aku lahir dikuburan entar aku dikiranya anak kuntilanak dong....hihihi seremmmm. Hobi aku reading,writing,sports,watching,and eating.
Read More- TENTANG AKU